Ciamis Tetapkan Status Siaga Darurat Hingga April 2026
Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tanah bergerak terjadi pada Selasa malam (18/11) di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku. Retakan yang muncul setelah curah hujan tinggi memaksa 11 kepala keluarga atau 35 jiwa mengungsi ke rumah sanak saudara untuk menghindari ancaman longsor lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menetapkan Status Siaga Darurat hingga April 2026 dan terus memantau perkembangan kondisi tanah di kawasan tersebut.
Korban Longsor dan Banjir Bertambah
BNPB juga menyampaikan perkembangan dari sejumlah bencana yang sudah terjadi sebelumnya. Banjir di sembilan dusun dan sembilan desa di enam kecamatan di Kabupaten Cilacap kini berdampak pada 2.067 kepala keluarga atau 4.568 jiwa. Sebanyak 340 kepala keluarga atau 950 jiwa telah mengungsi ke rumah kerabat. Posko dapur umum yang dibuka di Balai Desa Sidamulya sudah mulai beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makanan warga.
Di Kecamatan Majenang, Cilacap, tanah longsor di Desa Cebeunyi mengakibatkan 19 orang meninggal dunia. Sebanyak empat warga lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, longsor besar melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum. Dua warga ditemukan meninggal dunia, sementara 26 lainnya masih belum ditemukan. Kondisi tebing yang labil serta curah hujan yang masih tinggi membuat operasi pencarian dilakukan dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di 2 kota dan 10 kabupaten di Provinsi Riau masih terus dipantau. Total luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 18 November 2025 mencapai 2.296,05 hektare. Tim gabungan terus menggelar patroli dan monitoring untuk mencegah munculnya titik api baru.
BNPB Ingatkan Pentingnya Kewaspadaan di Musim Hujan
BNPB menegaskan bahwa koordinasi dengan BPBD di seluruh wilayah terus dilakukan guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah bergerak, dan longsor, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi.
Mitigasi sederhana seperti membersihkan saluran air, menghindari area lereng saat hujan turun, serta mengikuti informasi dari BMKG dan BPBD setempat dinilai sangat penting dalam mengurangi risiko bencana.












