Di tengah dinamika tersebut, pertumbuhan ekonomi global 2025 diperkirakan tetap berada di kisaran 3,1%, dengan aliran modal ke emerging market masih terbatas.
Di dalam negeri, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Pada kuartal III 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,04% (yoy), ditopang ekspor dan percepatan belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga dan investasi memang perlu terus diperkuat, namun BI optimistis pertumbuhan akan meningkat pada kuartal IV seiring stimulus fiskal, bauran kebijakan BI, serta peningkatan mobilitas menjelang akhir tahun.
Untuk keseluruhan 2025, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di rentang 4,7–5,5%, dan meningkat pada 2026.
Rupiah tercatat berada di level Rp16.735 per dolar AS pada 18 November 2025, melemah tipis 0,69% dibanding akhir Oktober. BI memastikan stabilisasi nilai tukar terus diperkuat melalui intervensi terukur di pasar spot, NDF luar negeri, DNDF domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.
Peningkatan pasokan valas dari eksportir, terutama setelah penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), turut membantu menjaga ketahanan Rupiah.
Inflasi IHK Oktober 2025 berada di 2,86% (yoy), masih dalam sasaran. Inflasi inti tercatat 2,36%, sedangkan kelompok volatile food meningkat akibat gangguan cuaca pada beberapa komoditas. Namun BI yakin inflasi 2025–2026 tetap berada dalam kisaran target.













