Hadis lain yang memperkuat hal tersebut berbunyi:
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Shahih menurut Syaikh Al-Albani).
Dalil-dalil ini menjadi landasan kuat bahwa meninggalkan sholat bukan perkara ringan. Bahkan, sebagian ulama menggolongkannya sebagai bentuk kekafiran.
Jangan Hanya Puasa, Tegakkan Sholat
Bulan ramadhan adalah momentum memperbaiki kualitas ibadah secara menyeluruh. Tidak cukup hanya menahan lapar dan haus lewat puasa ramadhan, tetapi juga harus diiringi dengan menjaga sholat lima waktu.
Seseorang yang berpuasa namun meninggalkan sholat perlu segera melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Sebab dalam Islam, sholat adalah tiang agama.
Karena itu, menjalani puasa di bulan ramadhan seharusnya menjadi pintu untuk semakin disiplin dalam menunaikan sholat, bukan justru sebaliknya. Semoga kita termasuk hamba yang mampu menjaga kedua ibadah ini dengan baik.
Wallahu a’lam bishawab.












