“Alat ini nantinya akan standby di daerah rawan banjir, sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan, alat berat tersebut akan ditempatkan di salah satu kecamatan yang dinilai paling aman dan representatif agar mudah digerakkan ke titik-titik kritis saat dibutuhkan.
Lebih lanjut, Sadewo menjelaskan bahwa dana PPO BTN diperoleh melalui mekanisme beauty contest, yakni proses seleksi bank mitra kerja sama sebagai penyimpan dana RSUD Banyumas. Skema ini disebut dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel, khususnya dalam pemanfaatan dana kerja sama dengan pihak perbankan.
Regional Digital Riteil BTN Kanwil Jateng–DIY, Diah Mariani, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam mendukung kebutuhan strategis Kabupaten Banyumas, khususnya di sektor pengelolaan banjir dan sampah.
“Dan kami pastikan dalam pelaksanaannya sudah sesuai prosedur dan sudah diindahkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” ucapnya.
Diah juga menegaskan komitmen BTN untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Banyumas jika di kemudian hari kembali membutuhkan dukungan.
“Kita bangun kerjasama dan kolaborasi yang baik demi masyarakat Banyumas,” pungkasnya.













