Namun demikian, penurunan harga tersebut juga tertahan oleh inflasi pada beberapa komoditas lain, antara lain emas perhiasan, tarif rumah sakit, sepeda motor, jeruk, dan bawang putih.
Mahdi menjelaskan, meredanya tekanan inflasi pangan dipengaruhi oleh turunnya permintaan masyarakat pasca HBKN Natal dan Tahun Baru, serta meningkatnya pasokan cabai merah dan cabai rawit setelah masa panen di sejumlah sentra produksi. Kondisi ini turut diperkuat oleh berjalannya berbagai program pengendalian inflasi daerah.
Sementara itu, inflasi pada komoditas nonpangan, khususnya emas perhiasan, dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat.
Menurut Mahdi, terkendalinya inflasi di Banyumas Raya tidak lepas dari sinergi dan komitmen Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Selama Januari 2026, TPID aktif melakukan berbagai langkah pengendalian, mulai dari penyelenggaraan pasar murah untuk menjaga keterjangkauan harga, hingga penguatan koordinasi stabilisasi pasokan pangan.
“Dari sisi ketersediaan pasokan, dilakukan penguatan koordinasi pengamanan program stabilisasi pangan, termasuk melalui rapat koordinasi pengamanan SPHP menjelang HBKN Ramadhan dan Idulfitri 1447 H,” jelasnya.
Selain itu, TPID juga menjaga komunikasi efektif melalui imbauan belanja bijak, rapat koordinasi rutin dengan pedagang besar, asosiasi, dan kelompok tani. Kelancaran distribusi pangan turut didukung melalui pelaksanaan toko tani mingguan guna mengefisienkan rantai distribusi dari petani ke konsumen.
Ke depan, TPID Banyumas Raya akan terus mewaspadai potensi peningkatan tekanan inflasi menjelang HBKN Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Upaya pengendalian akan difokuskan pada peningkatan produksi pangan berbasis pesantren, pengembangan kelompok tani milenial, perluasan digital farming, intensifikasi operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, serta penguatan kerja sama antar daerah.
Bank Indonesia Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga di Banyumas Raya melalui sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, agar inflasi tetap terkendali sesuai sasaran nasional.













