“Pak Bupati (Sadewo) termasuk satu-satunya Bupati dari Jawa Tengah yang mendapatkan apresiasi ini. Ini menunjukkan Banyumas bisa memanfaatkan Dapodik itu menjadi basis data yang dapat digunakan untuk perencanaan dan tata kelola yang ada di sekolah-sekolah,” ujar Joko Wiyono.
Menurutnya, pemanfaatan data yang konsisten telah membantu sekolah dan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan yang lebih terukur dan berdampak langsung pada kualitas pendidikan.
Selain penghargaan tata kelola data, insan pendidik Banyumas juga mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim guru SD Negeri Sokaraja Kidul yang tergabung dalam tim “Deadline Defenders Jadul” berhasil meraih Juara 3 Kategori Jenjang SD/Sederajat pada ajang Hackathon Rumah Pendidikan 2025.
Tim tersebut menarik perhatian juri berkat inovasi Game Edukasi Interaktif berbasis web yang mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI), yakni Google Gemini.ai dan Canva Code. Inovasi ini dirancang sebagai sumber belajar adaptif yang kompatibel dengan berbagai perangkat pembelajaran modern, termasuk Interactive Flat Panel (IFP).
Kepala Dinas Pendidikan Banyumas menegaskan bahwa dua capaian tersebut—baik dalam tata kelola data maupun inovasi guru merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pendidikan di daerah.
“Ini memperkuat posisi Kabupaten Banyumas sebagai daerah yang sangat berkomitmen dalam mendukung transformasi digital pendidikan nasional,” pungkasnya.













