Fokus pada Daerah Terdampak Bencana
Kemensos juga memberikan perhatian khusus pada daerah yang terdampak bencana. Untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, bansos PKH dan Sembako telah disalurkan sebesar Rp1,8 triliun kepada 1,7 juta KPM. “Semua sudah salur dan insya Allah di akhir Februari ini tuntas,” tegas Gus Ipul.
Bansos Adaptif untuk Penanganan Bencana
Tidak hanya bansos reguler, Kemensos juga menyiapkan bansos adaptif untuk penanganan pascabencana. Bantuan ini meliputi logistik, dapur umum, santunan kematian, jaminan hidup (Jadup), hingga bantuan pemulihan ekonomi.
“Total anggaran yang kita ajukan dan siapkan (untuk bansos adaptif) ada Rp2 triliun lebih. Sementara total anggaran kedaruratan sudah terkirim semua, hampir Rp100 miliar. Hari ini kami sudah mulai menyalurkan, baik itu untuk isian rumah, bantuan pemulihan sosial ekonomi dan Jadup,” jelas Gus Ipul.
Rincian bantuan adaptif yang telah tersalurkan antara lain:
- Santunan ahli waris: Rp14,8 miliar untuk 990 jiwa (Rp15 juta/jiwa)
- Bantuan isi hunian: Rp98,7 miliar untuk 32.900 KK (Rp3 juta/KK)
- Bantuan Jadup: Rp25,8 miliar untuk 19.100 jiwa (Rp15.000/jiwa)
Penyaluran bantuan adaptif ini dilakukan secara bertahap berdasarkan satu data nasional BNPB dan melalui proses verifikasi yang melibatkan pemerintah daerah hingga Kementerian Dalam Negeri.
“Intinya dari Rp2 triliun lebih, untuk penyaluran sudah ada di rekening dan tinggal menyalurkan itu ada Rp600 miliar lebih. Sisanya kami masih mengajukan ABT (Anggaran Belanja Tambahan),” pungkas Gus Ipul.
Dengan realisasi yang mencapai lebih dari 85 persen di awal Ramadan, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bansos yang cair di bulan Ramadan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok, sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan penuh berkah.












