Sebaliknya, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat santri. Temuan ini mengindikasikan bahwa di lingkungan pesantren, dorongan untuk memperoleh substansi keilmuan lebih dominan dibandingkan pertimbangan teknis penggunaan aplikasi.
Ujian Terbuka Promosi Doktor tersebut dipimpin Ketua Sidang Prof. Dr. H. Moh. Roqib, M.Ag., dengan Sekretaris Sidang Dr. Novan Ardy Wiyani, M.Pd.I. Adapun tim penguji terdiri atas Promotor Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., Co-Promotor Prof. Dr. Subur, M.Ag., serta penguji Prof. Dr. H. Munjin, M.Pd.I., Prof. Dr. Hj. Tutuk Ningsih, M.Pd., dan Prof. Dr. H. M. Hizbul Muflihin, M.Pd.
Gelar doktor yang diraih Rahman Rosyidi diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan Technology Acceptance Model (TAM) dalam konteks pendidikan Islam. Selain itu, hasil penelitian ini dinilai dapat menjadi rujukan strategis bagi pesantren dalam mengadaptasi teknologi digital tanpa mengesampingkan tradisi dan nilai keilmuan yang telah mengakar.
Sebagai Wakil Rektor Universitas Amikom Purwokerto yang berbasis teknologi, capaian akademik ini sekaligus memperkuat sinergi antara pengembangan teknologi digital dan nilai-nilai keislaman dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.












