Kementerian PU menargetkan ruas tersebut dapat kembali beroperasi normal sepenuhnya sebelum 16 Desember 2025, seiring penyelesaian pekerjaan perbaikan yang masih berlangsung.
Selain pemulihan konektivitas, penanganan bencana juga diarahkan pada pengendalian banjir dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di sektor Sumber Daya Air, tercatat 51 sungai, 7 bendung, dan 9 sistem air baku di Sumatera Utara terdampak bencana.
Kementerian PU terus melakukan identifikasi kerusakan serta penanganan darurat guna menjaga fungsi infrastruktur pengendalian banjir dan memastikan ketersediaan air bagi warga.
Pada sektor permukiman, kerusakan juga teridentifikasi pada 34 unit infrastruktur SPAM dan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, pemerintah menyalurkan bantuan darurat berupa 66 hidran umum, 8 mobil tangki air, 21 toilet portable, 4 unit biority, 3 mobil toilet, serta 1 unit pipa mobile.
Bencana hidrometeorologi ini turut berdampak pada prasarana sosial dan layanan publik. Data Kementerian PU mencatat kerusakan pada 231 unit sekolah, 121 madrasah, 39 pondok pesantren, 18 pasar, 9 fasilitas kesehatan, serta 36 rumah ibadah.












