PURWOKERTO, Myinfo.ID – Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi memulai proyek pemberdayaan petani melalui pengembangan budidaya kelapa genjah berkelanjutan. Program ini menargetkan sekitar 6.000 rumah tangga petani, termasuk perempuan dan petani muda, sebagai upaya memperkuat sektor pertanian rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas unggulan daerah.
Proyek ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Banyumas, PT IMC, serta GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit). Kerja sama ini mencerminkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional dalam menjawab tantangan pertanian modern.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa program ini tidak sekadar fokus pada produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani dan ekosistem usaha tani secara menyeluruh.
“Sebagaimana kita ketahui, proyek ini bertujuan memberdayakan rumah tangga petani, termasuk perempuan dan petani muda, melalui penerapan budidaya kelapa genjah yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani, penguatan rantai nilai, serta perluasan akses pasar sebagai langkah stretegis dalam memperkuat pertanian rakyat yang berkelanjutan” terangnya saat kick-off proyek pada Jum’at (30/1/2026).
Dalam paparannya, Sadewo mengungkapkan posisi strategis Banyumas dalam peta industri gula kelapa global. Saat ini, 90 persen kebutuhan gula kelapa dunia dipasok oleh Indonesia, dan sekitar 80 persen di antaranya berasal dari Banyumas Raya.
“Ini peluang yang luar biasa, makannya Saya akan konsentrasi agar Banyumas menjadi pusat eksportir gula kelapa dan dapat memberikan multiplayer efek kepada masyarakat pedesaan pada khususnya” ujarnya.
Potensi tersebut dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi desa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani jika dikelola secara berkelanjutan dan berorientasi pasar global.












