PURWOKERTO, MyInfo.ID – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menegaskan kiprahnya di tingkat nasional melalui capaian membanggakan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UMP berhasil lolos sebagai penerima Program Mahasiswa Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sekaligus menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah yang memperoleh pendanaan dalam program bergengsi tersebut.
Keberhasilan ini bukan hasil instan. Di balik pengumuman kelolosan tersebut, tersimpan cerita perjuangan tim mahasiswa UMP yang harus berpacu dengan waktu, keterbatasan teknis, serta tuntutan adaptasi pada skema program nasional yang sepenuhnya baru.
Ketua Tim Mahasiswa Berdampak BEM KM UMP, Nailul Latifah, yang juga menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Masyarakat, mengungkapkan bahwa proses penyusunan proposal berlangsung dalam situasi yang sangat menantang. Tim hanya memiliki waktu tiga hari untuk menyusun dokumen, bahkan format resmi baru diterima 12 jam menjelang batas akhir pengumpulan.
“Di awal kami sempat pesimis, kami terbiasa dengan format PPK Ormawa, sementara program ini benar-benar baru. Kami bekerja lembur tanpa tidur untuk menyesuaikan dan menyempurnakan proposal,” ujar Nailul dalam keterangannya, Kamis (30/1/2026).
Tekanan tersebut tidak menyurutkan semangat tim. Kerja kolektif yang solid akhirnya membuahkan hasil. Dari 609 proposal yang masuk, UMP dinyatakan lolos pendanaan dan masuk jajaran kampus terpilih di Pulau Jawa bersama UHAMKA, Undip, Untidar, Unpad, dan ITS, sementara sebagian besar peserta lainnya berasal dari wilayah Sumatera.
Nailul juga menekankan pentingnya peran pendamping dalam proses tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada dosen pembimbing yang mendampingi tim sejak awal.
“Saya ucapakan terimakasih sebesar besarnya kepada Bapak Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep selaku pembimbing dan pendamping kami selama penyusunan proposal ini,” tambahnya.













