PURWOKERTO, MyInfo.ID – Dinkes Banyumas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau, seperti diare hingga heatstroke.
Kepala Dinkes Banyumas dr Dani Esti Novia mengatakan, musim kemarau identik dengan kondisi kekeringan dan keterbatasan air bersih yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Salah satu yang perlu diantisipasi adalah diare yang erat kaitannya dengan sanitasi dan ketersediaan air bersih.
“Diare menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena berhubungan dengan kebersihan lingkungan dan akses air bersih,” ujarnya di Purwokerto, Selasa (31/3/2026).
Ada juga potensi peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang perlu diantisipasi akibat meningkatnya paparan debu saat musim kemarau. “Debu yang meningkat dapat memicu gangguan pernapasan, sementara udara kering juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit,” ujarnya.
Selain itu, suhu udara yang tinggi selama musim kemarau juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih, seperti heatstroke. Kondisi ini, kata dia, dapat berdampak serius apabila tidak segera ditangani.
Ia menjelaskan, heatstroke terjadi akibat paparan suhu panas ekstrem yang memengaruhi kondisi tubuh dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh serta menghindari paparan panas berlebihan.













