“Pengalaman hidup mandiri di negara orang dalam jangka waktu yang cukup lama tentu memberikan perspektif baru. Sistem perkuliahan di sini juga berbeda, baik dari segi etika maupun materi pembelajaran. Selain itu, motivasi mahasiswa juga sangat tinggi sehingga kita harus mampu mengimbangi terutama dalam diskusi,” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut juga membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan. Ia menilai lulusan yang memiliki pengalaman internasional biasanya memiliki prospek kerja yang lebih baik dan berpeluang berkarier di berbagai negara.
Zaidaan juga mengapresiasi dukungan dari Program Studi Farmasi UMP yang memfasilitasi mahasiswa peserta mobilitas internasional, termasuk dalam hal akademik dan pembiayaan.
“Alhamdulillah prodi juga memfasilitasi konversi beberapa mata kuliah serta memberikan bantuan biaya, sehingga saya bisa lebih fokus menjalani perkuliahan di INTI. Saya juga merasa diapresiasi karena dapat menjadi representasi prodi dalam program ini,” tambahnya.
Ketua Program Studi Farmasi S1 UMP, Suparman, menyampaikan bahwa program mobilitas internasional tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun.
“Program ini sebenarnya merupakan kegiatan yang rutin kami lakukan. Setiap tahun Program Studi Farmasi mengirimkan mahasiswa dalam beberapa gelombang untuk mengikuti program pembelajaran di luar negeri. Tujuannya agar mahasiswa memiliki wawasan dan pengalaman dalam pergaulan internasional,” jelasnya.
Ia menilai pengalaman belajar di lingkungan global sangat penting untuk mempersiapkan lulusan menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin terbuka.
“Dengan pengalaman tersebut, ketika lulus nanti mahasiswa tidak hanya siap bersaing di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing di level internasional,” tambahnya.













