Dalam sambutannya, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengingatkan bahwa penerimaan SK bukan sekadar capaian administratif, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai aparatur negara.
Ia menegaskan pentingnya menjadikan momentum ini sebagai dorongan untuk meningkatkan dedikasi dan etos kerja.
“Dengan kondisi Kabupaten Banyumas yang memiliki wilayah luas, jumlah penduduk yang besar, serta kebutuhan pelayanan publik yang beragam dan terus berkembang, keterbatasan formasi ASN menuntut kita untuk memastikan bahwa aparatur yang ada benar-benar mampu menopang kinerja birokrasi daerah,” tegasnya.
Sadewo menilai kehadiran PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, memiliki peran krusial dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan teknis pemerintahan.
“Status sebagai PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, membawa tanggung jawab yang tidak ringan. Pengalaman kerja yang telah dimiliki hendaknya menjadi modal untuk menunjukkan kinerja yang semakin matang, disiplin yang semakin kuat, serta profesionalisme yang semakin terjaga,” ucapnya.
Ia berharap seluruh PPPK di lingkungan Pemkab Banyumas dapat terus menjaga komitmen pengabdian, meningkatkan kapasitas diri, serta bekerja sesuai ketentuan yang berlaku demi kepentingan masyarakat.
Rasa syukur turut dirasakan oleh para penerima SK. Sugeng Riono, salah satu PPPK Paruh Waktu yang telah mengabdi selama enam tahun, mengaku terharu atas pengangkatan yang diterimanya.
Ia menilai, SK tersebut menjadi bentuk pengakuan atas pengabdian yang selama ini dijalani.
“Saya merupakan salah satu staff BKAD dan mewakili teman PPPK yang diangkat pada hari ini mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas atas kepeduliannya kepada kami,” ungkapnya.












