5. Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Soeprapto
Lahir di Purwokerto, R. Soeprapto pernah mengabdi sebagai ajudan dari Jenderal Soedirman. Karier militernya terus menanjak hingga ia menjabat sebagai Deputi Administrasi Menteri/Panglima Angkatan Darat, sebelum akhirnya gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September.
6. Jenderal Urip Sumoharjo
Jenderal Urip Sumoharjo, putra Purworejo, adalah salah satu perintis tentara nasional Indonesia. Ia berjasa besar dalam memprakarsai pendirian Akademi Militer Nasional, yang menjadi cikal bakal pendidikan tinggi TNI, membentuk kader-kader pemimpin militer untuk bangsa.
7. Dr. Cipto Mangunkusumo
Lahir di Jepara, Dr. Cipto Mangunkusumo dikenal sebagai dokter yang aktif melayani rakyat kecil dan kritis terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Bersama Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara, ia mendirikan Indische Partij, organisasi pergerakan nasional yang bercorak politik.
8. Sri Susuhunan Pakubuwono VI
Sebagai Raja Kasunanan Surakarta, Pakubuwono VI dikenal dengan sikap anti-Belandanya. Ia bahkan menolak bekerjasama dan memberikan bantuan diam-diam kepada pasukan Pangeran Diponegoro, menunjukkan jiwa nasionalismenya yang kuat.
9. K.G.P.A.A. Mangkunegoro I (Pangeran Sambernyawa)
Pangeran Sambernyawa adalah seorang pemimpin yang ahli dalam perang gerilya melawan Belanda. Perlawanannya yang gigih membuatnya disegani, dan akhirnya ia diakui sebagai penguasa Kadipaten Mangkunegaran, sebuah wilayah pecahan dari Mataram.
10. KH. Samanhudi
Pedagang batik dari Laweyan, Solo ini adalah pendiri Sarekat Dagang Islam, organisasi yang awalnya bertujuan memajukan ekonomi pedagang pribumi dan kemudian berkembang menjadi wadah pergerakan nasional yang besar pengaruhnya.
Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November ini, mengenal jasa para Pahlawan Nasional asal Jawa Tengah, termasuk Jenderal Soedirman, adalah bentuk penghargaan tertinggi. Semangat dan nilai-nilai perjuangan mereka sebagai pahlawan Indonesia patut menjadi teladan untuk terus membangun negeri.













