5. Diam di Masjid
Nabi SAW bersabda:
لَا أُحِلُّ الْمَسْجِدَ لِحَائِضٍ وَلَا جُنُبٍ
Artinya: “Aku tidak menghalalkan masjid bagi perempuan haid dan orang junub.” (HR Abu Dawud)
Karenanya, wanita haid dilarang berdiam di masjid. Meski begitu, sebagian ulama memberikan keringanan jika ada kebutuhan darurat dengan syarat benar-benar menjaga kebersihan.
6. Membaca Al-Qur’an dengan Lisan
Larangan selanjutnya adalah membaca Al-Qur’an secara lisan. Namun, wanita haid masih diperbolehkan membaca dalam hati, berdzikir, atau membaca doa yang lafaznya berasal dari Al-Qur’an dengan niat bukan membaca mushaf.
7. Larangan Puasa Saat Haid
Wanita yang sedang haid juga tidak boleh berpuasa. Jika haid datang di bulan Ramadan, maka wajib mengganti puasa tersebut di hari lain.
8. Talak Saat Haid
Dalam Islam, suami tidak boleh menalak istrinya ketika haid. Hal itu dihukumi haram karena termasuk dosa besar, kecuali dalam kondisi tertentu seperti pernikahan belum sempat digauli.
9. Melintasi Area Masjid
Selain larangan berdiam, wanita yang sedang haid juga sebaiknya tidak melintasi masjid. Namun, jika diyakini aman dan mendesak, hal ini dibolehkan.
10. Hubungan Badan Saat Haid
Larangan terakhir adalah berhubungan badan di area antara pusar hingga lutut. Meski begitu, suami masih diperbolehkan bermesraan di luar area tersebut.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa larangan bagi wanita yang sedang haid bukanlah bentuk pembatasan, melainkan upaya menjaga kesucian dan kenyamanan ibadah. Wanita yang taat menjalani larangan tersebut tentu akan mendapatkan pahala.
Wallahu a’lam.












