Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., menegaskan bahwa KKN merupakan instrumen strategis untuk menjembatani hasil pendidikan dan penelitian perguruan tinggi agar berdampak langsung bagi masyarakat.
“KKN adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal,” ujar Prof. Elly.
Ia juga mendorong mahasiswa agar mampu membaca persoalan dan potensi desa secara partisipatif, menyusun program pemberdayaan yang relevan dan berkelanjutan, mengintegrasikan pendekatan lintas disiplin, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa.
Sementara itu, Rektor Unsoed melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum., menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial di tengah dinamika global.
“Konsep kampus berdampak menegaskan bahwa universitas harus memiliki pengaruh nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Rektor juga berpesan agar mahasiswa menjalankan KKN dengan menjunjung tinggi etika akademik, empati, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra belajar.
“Setiap langkah kecil yang Saudara lakukan di desa merupakan bagian dari kontribusi besar menuju Indonesia Emas 2045,” pesannya.
Prosesi pelepasan KKN ditandai secara simbolis dengan pemakaian atribut KKN oleh para Wakil Rektor, Ketua LPPM, dan Kepala Pusbang KKN Unsoed kepada perwakilan dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa.
Melalui program KKN ini, Unsoed kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kontribusi nyata bagi pembangunan desa dan masa depan bangsa.












